Social Icons

Pages

Featured Posts

Thursday, April 13, 2017

Laper ? Yuk Nikmati Nasi Gandul Khas Pati



Jawa Tengah memiliki jalur pantura yang selalu ramai oleh kendaraan yang melakukan perjalanan ke berbagai daerah. Jika Anda ingin ke Jawa Timur atau kedaerah Bali dan melewati kawasan pantura, cobalah untuk berhenti sejenak dan beristirahat di Kota Pati.

Salah satu kabupaten yang berada di Jawa Tengah ini. Pasalnya di Pati ini terdapat menu makanan khas yang begitu enak dan bisa membuat rasa lapar Anda jadi kenyang. Menu yang enak ini biasa disebut sebagai nasi gandul.
Mengapa disebut nasi gandul ?

Mungkin kita berpikir bila nasi gandul ini dibuat atau diolah dengan cara menggantung, karena gandul dalam bahasa Indonesia berarti menggantung. Namun ketika Anda melihat proses memasak hingga menyajikan, tak ada hal yang membuat kita merasa aneh, karena semua makanan diolah seperti biasanya.

Karena kata nasi gandul ini merujuk pada kegiatan orang zaman dahulu yang sering menjual nasi berkuah ini dengan cara dipikul atau diletakkan diatas kepala. Sehingga kebanyakan orang menyebutnya sebagai nasi gandul yang berarti menggantung.
Sedangkan untuk proses hingga penyajiannya sama sekali tidak di gantung seperti nama populernya.

Seperti apakah nasi gandul itu ?
Nasi gandul adalah makanan berkuah mirip dengan rawon, hanya saja nasi gandul lebih manis, kuahnya memiliki kombinasi bumbu yang berbeda dan disajikan dengan aneka macam daging, jeroan dan kuahnya diguyur diatas nasi.
Saat pertama kali Anda mencoba untuk menikmati nasi gandul ini, dijamin pasti Anda akan ketagihan. Apalagi kuahnya yang masih hangat ini disajikan langsung dan diberi sedikit kecap atau sambal yang suka pedas, kemudian dinikmati bersama tempe keripik yang renyah akan membuat makan siang atau makan malam Anda semakin berselera.

Isi nasi gandul
Dalam nasi gandul, Anda bisa memilih daging yang akan dimakan, misalnya Anda bisa memilih daging sapi, jeroan sapi, otak sapi, paru-paru, telur dan beberapa menu jeroan lainnya. Kemudian penjual akan meletakkn daging pilihan Anda ke atas nasi putih yang masih hangat lalu diguyur dengan kuah kental berwarna coklat serta sedikit tambahan kecap.


Bisa kebayangkan betapa gurihnya nasi gandul ini ? Jadi jangan lewatkan momen berharga ketika Anda melewati Kabupaten Pati dan mampir sejenak untuk menikmati gurihnya nasi gandul.

Tuesday, January 24, 2017

Kuliner Surakarta atau Solo



_Nasi Liwet_
Nasi Liwet merupakan makanan khas Solo yang paling terkenal. Beras yang di masak dengan kaldu ayam yang membuat nasi terasa gurig dan beraroma lezat. Nasi tersebut dicampur dengan sayur labu siam yang dimasak sedikit pedas, telur pindang rebus, daging ayam suwir, kumut (terbuat dari kuah santan yang dikentalkan). Disajikan dengan daun pisang yang dipincuk. Nasi Liwet bisa di dapatkan di Warung Nasi Liwet Wongso Lemu Keprabon yang buka mulai jam 18.00 WIB.

_Timlo Solo_
Timlo Solo adalah hidangan berkuah bening yang berisi sosis ayam yang dipotong-potong, telur ayam pindang dan irisan hati dan ampela ayam. Menu ini disantap dengan nasi putih yang ditaburi bawang goreng. Berbeda dengan daerah lain, timlo solo tidak memakai soun dan jamur. Warung Timlo dapat dijumpai di Timlo Sastro Timur Pasar Gede buka pukul 07.00 WIB dan Timlo Solo di Jl Urip Sumoharjo buka pukul 09.00-21.00 WIB.

_Tengkleng_
Tengkleng merupakan makanan semacam gulai kambing tetapi kuahnya tidak memakai santan. Isi tengkleng adalah tulang belulang kambing dengan sedikit daging yang menempel, bersama dengan sate usus, sate jerohan, otak dan organ-organ lain seperti mata, telinga, pipi, kaki dan lain-lain. Kenikmatan menyantap tengkleng akan terasa ketika kita menggerogoti sedikit daging yang menempel pada tulang dan menghisap isinya. Makanan ini dapat ditemukan di Samping Gapura Pasar Klewer yang bernama Tengkleng Ibu Ediyem pukul 11.00-15.00 WIB dan Warung Tengkleng Yu Tentrem di Jl Letjend Sutoyo pukul 09.00 WIB.

_Pecel Ndeso_
Pecel ndeso adalah nasi pecel yang berasal dari beras merah, dicampur sayur yang berisi dedaunan dan tanaman mulai dari jantung pisang, daun kenikir, daun petai cina, bunga turi, dan kacang panjang, sambal wijen putih atau hitam. Disantap  bersama belut goreng, wader pari goreng, telur ceplok, sosis solo, bongko (kacang merah dan kelapa), gembrot (kelapa dan daun simbukan), otak dan iso goreng. Warung pecel ndeso yang terkenal di solo adalah Waroeng Tempo Doeloe di Jl. Dr Supomo 55 Pasar M'beling, selain itu juga pecel ndeso banyak dijajakan oleh ibu-ibu berkeliling kampung.

_Gudeg Ceker_
Ceker (kaki ayam) menjadi makanan pendamping yang dihidangkan bersama gudeg. Ceker direbus dengan bumbu santan sehingga terasa lunak dan lezat. Selain gudeg, ceker juga bisa disajikan sebagai makanan pendamping dari bubur. Paduan menu ini akan semakin lezat ketika disiram dengan kuah Sambel Goreng Krecek. Gudeg ceker ini dapat ditemui di Jl. Wolter Monginsidi Margoyudan, Warung Gudeg Ceker bu Kasno dibuka mulai jam 00.02 WIB dan Warung Gudeg sebelah utara perempatan warung pelem buka mulai jam 19.00 WIB.

_Selat Segar Solo_
Selat Segar Solo adalah salah satu bentuk percampuran masakan berkuah dari barat dengan selera lidah lokal yang menciptakan makanan khas solo. Racikan selat solo merupakan adaptasi dari salad yang terdiri dari dagingyang diiris tipis, ditambah rebusan buncis, kentang, wortel, telur pindang, dan mayonaise. Racikan ini kemudian disiram dengan kuah kecap encer. Warung selat yang terkenal di Solo adalah Warung Selat Mbak Lies di Serengan yang buka pukul 09.00 WIB dan RM Kusuma Sari di Perempatan Nonongan yang buka mulai pukul 09.00 WIB.

_Soto Gading_
Soto yang disajikan langsung bersama nasi putih dalam satu mangkuk. Tersedia juga berbagai lauk sangat komplit di meja-meja pengunjung dengan rasa yang khas. Warung soto ini selalu jadi tujuan wisata kuliner bagi wisatawan yang berkunjung ke Solo. Soto Gading ini terletak di Jl. Brigjen Sudiarjo Gading dan buka pukul 09.00 WIB.

_Sambel Tumpang_
Nasi sambel tumpang terdiri dari nasi putih yang ditumpangi aneka sayuran rebus seperti bayam, taoge, dan kacang panjang kemudian disiram kuah kental. Kuah ini dibuat dari campuran santan dan tempe semangit (tempe yang mulai membusuk) yang dihaluskan. Biasanya di dalam kuah tumpang ini terdapat tahu putih, telur dan krecek (kulit sapi). Sambel tumpang ini sering juga dinikmati dengan bubur panas yang biasa disebut bubur tumpang. Nasi sambel tumpang ini bisa dijumpai di Seputaran Stadion Manahan yang buka mulai pagi.

_Sate Buntel_
Sate Buntel sate kambing khas kota solo terbuat dari daging kambing yang dicincang, diberi bumbu bawang dan merica dan kemudian dibuntel (dibungkus dengan lemak kambing). Dimakan bersama kecap, irisan cabe rawit, bawang merah, irisan kol dan tomat. Menu yang lain adalah sate kikil kambing dan gule sumsum. Warung sate kambing dapat dijumpai di Jl. Sutan Syahrir No. 39 Widuran.

Wednesday, September 7, 2016

PUTU BUMBUNG



Jajanan tradisional yang melegenda ini berasal dari kota Solo, masih berasal dari daerah provinsi Jawa Tengah. Kue putu bumbung sampai saat ini masih melekat di hati masyarakat, pecinta jajanan tradisional ini biasanya adalah anak-anak. Namun tidak sedikit juga dari remaja ataupun orang dewasa juga menyukai jajanan yang lembut, gurih, dan manis ini. karena harganya juga sangat murah. 

Biasanya penjual kue putu bumbung ini menjual dengan berkeliling kampung, ada yang menggunakan motor, ada yang menggunakan sepeda, dan bahkan juga masih ada yang memikul dagangannya berkeliling kampung. Untuk saat ini, sudah jarang ditemui penjual kue putu bumbung, berbeda dengan dahulu yang setiap hari selalu ada penjual kue putu bumbung yang lewat di depan rumah bahkan lebih dari satu. Tetapi sekarang bisa dihitung berapa kali penjual kue putu bumbung lewat di depan rumah dalam sebulan.

Jajanan tradisional ini juga sangat unik, cara memasaknya yang tidak biasa ini menggunakan bumbung atau bambu yang dipotong dengan ukuran kira-kira lebarnya 3cm dan panjangnya sekitar 7cm untuk dibuat cetakan kue nantinya. Bahan dasar dari kue putu bumbung ini adalah tepung beras, perasan air daun suji, perasan air daun pandan, gula merah, dan parutan kelapa yang dikukus dengan tambahan sedikit garam. 

Cara mengolahnya juga tidak begitu sulit, pertama kukus tepung beras selama kira-kira 1 jam, kemudian angkat dan tuangkan air mendidih, perasan air daun suji, perasan air daun pandan dan tambahkan sedikit garam agar rasanya gurih. Lalu aduk sampai rata dan kemudian saring atau ayak tepung beras agar tidak menggumpal. Setelah itu, siapkan cetakan bumbung tadi yang sudah bersih dan masukkan tepung beras yang sudah disaring atau diayak sepertiganya dan sedikit ditekan-tekan, lalu masukkan gula merah yang sudah diiris tipis-tipis sesuai selera dan terakhir masukkan lagi tepung beras sampai penuh dan tekan agar padat. Lalu letakkan bumbung dan kukus kue putu bumbung pada dandang atau panci yang beralaskan sarang dengan lubang-lubang kecil sebagai jalan uap untuk mematangkan kuenya. 

Setelah matang sajikan di piring dan jangan lupa beri taburan parutan kelapa yang sudah dikukus tadi. Kue putu bumbung khas solo siap dimakan!!
 

Produk Baru

Produk Sponsor

Produk Baru

Produk Baru
 
Blogger Templates